Ulasan Buku: Multimedia Pembelajaran Interaktif Herman Dwi Surjono (2017)

Multimedia Pembelajaran Interaktif: Konsep dan Pengembangan
Karya Herman Dwi Surjono (2017)

Keunggulan yang Ada dalam Buku

Buku ini menyajikan pembahasan yang komprehensif dan terstruktur, mulai dari konsep dasar multimedia, elemen-elemen penyusunnya seperti teks, gambar, audio, animasi, dan video, hingga tahapan pengembangan dan evaluasi Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI). Susunan babnya memudahkan pembaca mengikuti alur dari teori menuju praktik secara runtut.

Salah satu keunggulan utama buku ini adalah integrasinya antara teori dan praktik. Penulis mengaitkan teori kognitif multimedia Mayer yang mencakup konsep saluran ganda, kapasitas terbatas, dan pemrosesan aktif dengan prinsip-prinsip desain multimedia seperti contiguity, coherence, signaling, redundancy, segmenting, pre-training, modality, multimedia, personalization, dan interactivity. Prinsip-prinsip tersebut diperkuat dengan rujukan penelitian sehingga pembaca mendapat landasan empiris yang memadai.

Buku ini juga memberikan penekanan pada interaktivitas dan aspek pedagogis, mulai dari tingkatan interaktivitas sederhana seperti navigasi hingga simulasi dan permainan edukatif. Aspek penting lain seperti kendali pengguna, umpan balik, percabangan, pemantauan kemajuan belajar, dan motivasi turut dibahas dengan baik. Tersedia pula model pengembangan seperti APPED yang relevan untuk penelitian pengembangan, dilengkapi bab evaluasi dengan kriteria kualitas berdasarkan isi, aspek instruksional, dan tampilan, mencakup prosedur evaluasi formatif maupun sumatif. Banyaknya ilustrasi, tabel, diagram, dan pedoman teknis yang disertakan juga sangat membantu dalam implementasi desain MPI.


Aspek yang Belum Dibahas dalam Buku

Buku ini terbit pada 2017, sehingga wajar memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dimaklumi sekaligus menjadi catatan penting bagi pembaca masa kini.

Pertama, pembahasan tentang teknologi terkini sangat terbatas. Pemanfaatan kecerdasan buatan seperti chatbot, pembelajaran adaptif berbasis machine learning, serta teknologi text-to-speech dan pembuatan gambar atau video otomatis belum dibahas sama sekali. Kedua, meski menyebut distribusi konten melalui perangkat seluler, buku ini kurang mengulas strategi pengembangan multimedia yang responsif, optimasi antarmuka untuk layar kecil, dan arsitektur berbasis cloud. Ketiga, isi buku lebih banyak berupa teori dan pedoman umum; studi kasus nyata yang menggambarkan proses pengembangan MPI secara riil, termasuk tantangan, solusi, dan evaluasi efektivitasnya, hampir tidak tersedia.

Aspek manajerial seperti manajemen proyek, peran tim pengembang, alur kerja kolaboratif, dan estimasi sumber daya juga belum dibahas, padahal hal ini sangat penting dalam praktik pengembangan MPI. Evaluasi yang dibahas pun masih bersifat manual dan kualitatif; analitik pembelajaran, pengumpulan data pengguna, dan pemanfaatan data untuk personalisasi hampir tidak disinggung. Prinsip desain pengalaman pengguna atau user experience (UX) modern dan standar aksesibilitas seperti Universal Design for Learning (UDL), captioning, dan dukungan pembaca layar pun belum dijabarkan secara memadai. Terakhir, topik teknologi imersif seperti VR, AR, dan XR yang kini makin relevan dalam pendidikan terapan tidak tersedia dalam buku ini.


Rekomendasi Bab untuk Edisi Revisi

Agar tetap relevan di era transformasi digital, edisi terbaru buku ini sebaiknya melengkapi pembahasannya dengan beberapa topik berikut.

Pertama, bab tentang Multimedia Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan yang mencakup konsep AI dalam pendidikan, penerapan AI generatif untuk pembuatan konten, pembelajaran adaptif, pertimbangan etis, dan contoh implementasi nyata. Kedua, bab tentang Mobile Learning dan Multimedia Responsif yang membahas desain responsif, microlearning, optimasi antarmuka untuk layar kecil, pengelolaan bandwidth, serta pengujian lintas perangkat. Ketiga, bab Desain Pengalaman Pengguna dan Antarmuka untuk MPI yang mencakup prinsip UX, pengurangan beban kognitif, usability heuristics, prototyping, dan uji pengguna.

Selain itu, perlu ditambahkan bab tentang Evaluasi Berbasis Data dan Analitik Pembelajaran yang membahas pengumpulan data interaksi, metrik keterlibatan, dasbor analitik, dan personalisasi pembelajaran berbasis data. Bab Studi Kasus dan Praktik Terbaik juga penting untuk hadir, berisi dokumentasi proyek nyata, pelajaran dari keberhasilan dan kegagalan, serta hasil evaluasi empiris.

Komentar

Postingan Populer